Oleh: Herdin Muhtarom*

Santri Dormitory Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka merealisasikan pernyataan produktif di masa pandemi ini. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kegiatan Pengajian Daring Dormitory  yaitu “Menjadi Milienial Muslim Yang Unggul Dalam Spiritualitas, Intelektualitas, dan Humanitas” pada pertemuan Pertama ini hari Kamis (17/12). Pengajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H Gunawan Suryaputra, M. Hum. Harapan besar kajian ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran di masa pandemi atau pasca pandemi nanti.

Di era revolusi industri 4.0, muslim milenial Indonesia semakin Religious, Connected, dan Fun. Kaum milenial sangat mudah untuk menghubungkan pemanfaatan digital dengan menggunakan kecerdasan emosional melalui proses digitalisasi yang dilakukan oleh kaum milenial yang dapat mengembangkan ide, inovasi, kreativitas melalui pemanfaatan digital. Teknologi yang cukup canggih seperti saat ini, jika kaum milenial tidak memahami pemanfaatan teknologi 4.0 maka dapat dengan mudah proses penyebaran berita Hoax melalui kecanggihan teknologi yang dapat dirasakan seperti saat ini.

Para kaum muslim milenial tidak diragukan kembali dalam proses pemanfaatan teknologi, generasi milenial dapat memanfaatkan teknologi digital untuk proses pendalaman pemahaman agama yang mudah diakses sehingga dapat memudahkan kaum milenial untuk lebih memahami materi yang dibutuhkan. Namun kaum milenial juga harus memiliki lingkungan yang baik sehingga dapat mengakses teknologi digital dengan bijaksana seperti di Rusunawa UHAMKA.

Generasi muslim yang milenial adalah generasi muda muslim yang berusia sekitar antara 18-38 tahun yang hidup dalam dunia yang dipenuhi oleh peralatan elekteronik dan jaringan online sehingga terbentuk generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, produktif, berkarakter kuat, damai dalam berinteraksi sosial, sehat dan menyehatkan, serta berperadapan unggul. Namun jika kaum milenial tidak dapat menggunakan teknologi dengan bijak maka akan menimbulkan banyak hal-hal yang negatif, oleh karena itu kaum milenial harus dapat memahami proses dalam menggunakan kecanggihan teknologi secara bijaksana.

Kaum milenial juga memiliki ciri yang sangat baik. Jika, dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi secara bijak yaitu memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi digital kaum milenial dapat menyebarluaskan informasi sehingga dapat memberikan rasa empati dan akan timbul rasa kepekaan sosial yang sangat kuat dikalangan generasi milienial. Tidak hanya itu, generasi milenial yang memiliki banyak ide, gagasan, dan inovasi yang sangat tinggi dapat menghilangkan kapitalisme dalam dunia ekonomi melalui ide yang yang diberikan oleh kaum milenial.

Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh kaum milenial terutama dalam bidang teknologi dan perubahan Geopolitik terjadi khususnya post-truth kaum milenial harus memahami hal tersebut. Tantangan tersebut harus dapat diatasi melalui kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial. Karena kaum milenial akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2045 sehingga kaum milenial harus dapat mengatasi permasalahan tersebut, sehingga dapat terciptanya generasi muslim milenial yang memiliki sifat Spiritualitas, Inteletktualitas, dan Humanitas.

 

Kehebatan Kita Bukan Terletak Pada Kita Tidak Pernah Gagal

Kehebatan Kita Karena Kita Bisa Bangkit Dari Kegagalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *