Oleh: Ummi Athifah*

Santri Dormitory Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka merealisasikan pernyataan produktif di masa pandemi ini. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kegiatan Pengajian Daring Dormitory  yaitu “Akhlaqul Medsosiyah Warga Muhammadiyah” pada pertemuan Ketiga ini hari Rabu (30/12). Pengajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Sekretaris Dormitory FK UHAMKA, Ihsan Suaeb, S. Pd. Harapan besar kajian ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran di masa pandemi atau pasca pandemi nanti.

Ahmad Ruslan, sebagai pemantik menyampaikan “Dalam ilmu komunikasi tepatnya kajian komunikasi modern hari ini. Ada istilah  ekstase komunikasi yaitu bukanya kurang akan informasi, tetapi malah berlebih informasi. Seperti kita makan tapi kekenyangan. Merasa bingung karena saking banyaknya informasi yang diterima. Istilah lidah lebih tajam dari pedang sudah tidak laku lagi hari ini, bisa jadi jari yang lebih tajam dari pedang.”

Ditambah pengantar dari pemateri, Ihsan Suaeb yaitu “Berbicara mengenai Media sosial tentu tidak terlepas dari aktifitas kita mencari atau membagi informasi yang kemudian generasi milenial pada saat ini yang merupakan peran penting dalam jejaring sosial. Maka sangat penting bagi seorang muslim khususnya sebagai  warga Muhammadiyah untuk memahami bagaimana bersikap dan merespon berbagai hal dalam kehidupan bersosial media. Di era kebebasan informasi seperti ini kita harus lebih bijak dan pandai dalam membaca situasi, dengan begitu  diharapkan kita mendapat nilai-nilai posistif yang terdapat dalam media sosial bukan sebaliknya”

Muhammadiyah mencoba batasi dan beri jalur yang tepat dalam berperilaku  bermedia sosial. Dalam hal ini, Panduan yang dikeluarkan oleh majelis pustaka informasi dan pimpinan pusat Muhammadiyah tidak terlepas pada kerangka ideologi besar Muhammadiyah dimana didalamanya terdapat 5 Anggaran Dasar, Matan keyakinan cita-cita Hidup Muhammadiyah, kepribadian Muhammadiyah, perjuangan Muhammadiyah, dan pedoman hidup islam Muhammadiyah.

Berfokus pada Kepribdaian atau akhlak Muhammadiyah. Secara sederhana akhlak merupakan manifestasi atau wujud dari pada benarnya keyakinan sesorang dalam praktik ibadahnya dilanjutkan dengan mempraktikan secara ritual. Kemudiaan Adab yaitu nilai-nilai kemuliaan yang kita dapat dari proses belajar, sehingga syarat utama seseorang agar menjadi beradab yaitu harus belajar. Yang kita sama-sama ketahui orang jepang yang memiliki budaya cinta kebersihan dan budaya mengantri, itulah hasil produk dari belajar. Berbeda dengan akhlak, yaitu nilai-nilai kemuliaan yang didasarkan pada praktik ibadah, yang tidak dapat dipelajari atau ditirukan, karena benar-benar akhlak adalah manifestasi atau wujud. Secara sederhana disimpulkan “orang yang berilmu mungkin saja beradab tapi tidak mungkin berakhlak, tetapi orang yang beribadah dengan benar sesuai tuntunan maka sudah pasti orang tersebut memiliki akhlak.”

“ Dari beberapa poin rumusan  yang dibuat oleh Majelis Pustaka dan informasi pimpinan pusat Muhammadiyah terkait Akhalaqul Medsosiyah warga Muhammadiyah 

  1. Didalam bersosial media Netizmu senantisa berlandasakan akhlaqul kharimah, sesuai dengan tuntunan dan hadist. (dalam surah Al-ahzab, bahwa nabi Muhammad diutus sebagai uswatun hasanah contoh teladan yang baik), (dalam hadist menyampaikan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak), (jika diliat dari pedoman islamiyah Muhammadiyah disampaikan bahwa segenap warga muhammadiyah harus senantiasa mengikuti atau menyontoh akhlak dari Nabi Muhammad) Yang diterapkan dalam sosial media yaitu, harus jujur, adil, menyampaikan informasi yang benar
  1. Netizmu menggunakan sosial media sebagai sarana dakwah amar ma’ruf Nahi munkar dengan hikmah dan mauizhah hasanah (dengan menyebarkan/mengajak berbuat kebaikan dan mencegah/menjauhi untuk berbuat munkar, sebagaimana dalam surah al-imran)
  2. Netizmu harus saling menjaga nama baik dan mendukung sesama keluarga muhammadiyah dalam menyebarkan pesan-pesan positif
  3. Netizmu dilarang :
  4. Melakukan Gibah, fitnah, namimah, dan menyebarkan permusuhan
  5. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusushan bedasarkan ras, suku, atau antar golongan (Rasis)
  6. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala yang terlarang secara syari (hal itu akan mengganggu, maka demikian jangan sampai kita menggaji ataupun membuat konten-konten yang berbau pornografi dan kemaksiatan )
  7. Menyebarkan HOAX serta indormasi bohong meskipun dengan tujuan baik (kemudian menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan yang mengatas namakan kebaikkan itu adalah salah satu hal yang akan menimbulkan perpecahan )
  8. Menyebarkan konten yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Ketika kita memiliki tujuan baik namun kita menyampaikan informasi yang hoax itu tetap tidak dibenarkan, artinya untuk menyampaikan informasi kita harus memikirkan banyak hal yang perlu dipertimbangkan walaupun itu informasi yang benar. Tetap diperhatikan apakah waktunya tepat, sekalipun informasinya benar)
  9. Menjadikan sosial media sebagai wahana silaturahim, bermuamalah tukar informasi dan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar
  10. Materi atau Konten yang disebarkan Netizmu harus dapat dipertanggung jawabkan secara personal dan kelembagaan yang bersiifat mencerahkan, tidak bertentangan dengan etika ke indonesiaan serta tidak melanggar hak orang lain
  11. Sesama Netizmu harus saling berteman menjadi followers sebagai bentuk silaturahim dan menjaga ukhuwah
  12. Sesama Netizmu harus saling mengingatkan, menasehati dengan etika yang tinggi sebagaimana ajaran islam, sanggup mengoreksi dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan

Kita diciptakan berbeda-beda, bersuku-suku, berbangsa-bangsa kemudian kita dijadikan satu didalam satu negara di seluruh dunia kita menjadi satu manusia yang punya visi dan misi yang sama dengan tidak lagi saling membunuh, tidak saling ada ujaran kebencian dan juga saling mengerti.

Jika ada suatu informasi yang disampaikan jangan sampai informasi yang kita terima itu ditelan mentah-mentah yang kemudian  akan membawa kerusakan dan Kemudian menyebar yang benar tapi tidak sesuai dengan tempat atau waktunya. Dan jika kita menyampaikan infomasi walaupun itu benar kita harus tahu dulu situasi dan kondisinya apakah memungkinkan untuk kita sampaikan. Karena nyatanya saat teman atau saudara kita mengoreksi kita salah lalu kita minta maaf itu jauh lebih indah daripada harus saling bersikeras akan informasi yang belum tentu kebenaranya.

Kemudian yang menjadi perhatian besar yaitu bergaul via social media, yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan nyata. Contoh kecilnya yaitu saat menerjemahkan bahasa teks yang sangat multitafsir berbeda dengan bahasa lisan langsung dalam intonasinya, atau saat keypad kita rusak (typo), kemudian yang hidup banyak kapital semua seolah-olah kita lagi marah dan seterusnya akan menjadi problem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *