Oleh: Reni Maehusti*

Santri Dormitory Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka merealisasikan pernyataan produktif di masa pandemi ini. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kegiatan Pengajian Daring Dormitory  yaitu “Menjadi Entrepreneur Muslim Yang Kreatif dan Inovatif Di Era Pandemi dan Resesi” pada pertemuan Kelima ini hari Kamis (14/01/21). Pengajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Staff Ahli Wakil Rektor 2 UHAMKA, Muhammad Tamul Fikri, S.E. Harapan besar kajian ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran di masa pandemi atau pasca pandemi nanti.

Manusia adalah makhluk yang menggerakkan sistem bidang perekonomian. Kita tidak bisa luput dari bidang tersebut. Karena, pada hakikatnya itu merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan. Lalu perekonomian itu akan berkembang dengan baik sesuai yang kita rencanakan dalam segala aktivitas perekonomian.

Indonesia sendiri memiliki pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 yaitu melihat dari hasil data yang diperoleh yaitu pada saat  triwulan I-2020 dengan jumlah 2,97%, sedangkan pada triwulan II-2020 mengalami penurunan sampai puncak pada bulan april dengan jumlah -5,32, dan pada triwulan III-2020 dengan jumlah -3,49%,  hal ini disebabkan karena masuk kepada kebijakan pemerintah yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak terlalu ketat. Maka transisi naik kembali dan aktivitas perekonomian kita mulai kembali walau dibatasi. Dan hal itu berpengaruh kepada pertumbuhan perekonomian.

Data diatas dapat diartikan sebagai contoh dari terjadinya resesi, mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimana resesi memiliki arti harfiah kelesuan dalam kegiatan dagang, industry, dan sebagainya (seolah-olah terhenti). Dan menurunnya atau mundurnya kegiatan dagang yang disebabkan adanya kelesuan ekonomi.

Maka dari itu, jika kita menyadari bahwa terjadinya resesi mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama masa pandemi sangatlah berhimbas kepada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Dimana manusia yang sebagai penggeraknya memiliki batasan sehingga sulit dalam beraktivitas. Lalu bagaimana untuk mengembangkan perekonomian ini ? Kita tidak bisa terus menerus diam dan didikte oleh keadaan yang terjadi, maka kita harus memiliki resolusi untuk mendukung perkembangan sistem perekonomian di Indonesia untuk lebih baik lagi untuk generasi selanjutnya.

Sebagai negara yang mayoritas dengan kuantitas masyarakat muslim yang tinggi. Maka memang sudah sepatutnya kita maju dalam berbagai hal, khususnya bidang perekonomian. Hal tersebut menyebabkan jumlah dari konsumen dan produsen adalah kebanyakan kaum muslim.

Dalam kajian ini membahas tentang bagaimana menjadi entrepreneur muslim yang kreatif dan inovatif walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat muslim untuk melek dan menumbuhkan semangat dalam mewujudkan kreatifitas dan inovatif ketika menjadi entrepreneur di masa pandemi Covid-19.

M.Tamul Fikri,S.E. seorang Staff Ahli Wakil Rektor 2 UHAMKA menjelaskan, ”Kita memiliki jiwa entrepreneur itu bukan menunggu peluang, tapi menciptakan peluang bisnis itu sendiri”. Lantas, dari sebuah keadaan yang terjadi saat ini bukan menjadikan hambatan atau penghalang untuk kita selalu bergerak dalam menjalankan bisnis atau usaha. Dengan begitu umat muslim juga bisa melaksanakan bisnisnya sebagaimana Rasulullah Saw sudah memberikan contoh pada zamannya. Tugas kita adalah bertahan dan jangan mau tergerus oleh zaman.

Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, karena keadaanlah yang seharusnya menyerah kepada kita. Dimana bukan jadi tuntutan kita agar selalu berkreatifitas dan berinovasi, namun itu adalah sebuah keharusan yang wajib kita lakukan pada setiap keadaan. Lalu siapkah menjadi entrepreneur muslim yang bisa membangun Indonesia yang lebih baik lagi ? Bismillah. Mereka bisa, kita pasti lebih bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *