Oleh: Arosyid Wahyu Nugroho*

Menyebarnya wabah virus Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia membuat semua aktivitas manusia mengalami perubahan. Pergeseran aktivitas keseharian yang biasanya dilakukan secara tatap muka sekarang berubah menjadi tatap maya. Tetapi hal tersebut bukan menjadi alasan bagi Santri Dormitory Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka untuk tidak produktif dimasa pandemi. Adanya kegiatan pengajian daring yang dilakukan secara rutin disetiap hari kamis oleh Dormitory Universitas Muhammadiyah prof. Dr. Hamka merupakan upaya yang dilakukan, sehingga para Santri dari Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Kedokteran supaya dapat tetap produktif dimasa pandemi ini. Memasuki pada pertemuan Keenam hari Kamis (21.01.21) dengan Tema “Menjadi Generasi Milenial yang Khairunnas Anfahum linnas Wa Ahsanuhum Khuluqon”. Pengajian ini dimaksimalakan via daring melalui sarana aplikasi dari zoom meeting dan pada pengajian daring yang keenam ini diisi oleh Staf Pengajar Dormitory Uhamka, yaitu Acep Saepul Milah, S.pd.

Hadist mengenai Khairunnas Anfahum linnas ini memiliki makna yang umum, karena pada pemaknaanya tidak hanya ditujukan pada orang muslim saja tetapi orang non-muslim juga bisa menggunakan hadist tersebut untuk menjadi amalan mereka. Khairunnas Anfahum linnas memiliki makna yaitu sebaik-baiknya manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Hal tersebut harusnya dapat menjadi semagat atau motivasi kepada manusia supaya dapat melakukan yang terbaik dan senantiasa memberikan kebermanfaatannya bagi manusia lainnya baik dimanapun dan kapanpun mereka berada.

Terdapat tujuh rumusan untuk menjadi manusia yang terbaik. Yang diantaranya ialah Pembelajar Al-Quran, Pelaku Kebijakan, Suami yang baik, Tidak ingkar utang, Baik akhlaknya dan gemar menuntut ilmu, Memberi makanan, serta Panjang umur dan baik amalannya. Terdapat jalur yang pertama yang membuat manusia menjadi orang yang terbaik, ialah dari (HR. Bukhar No. 4939) yang artinya “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya”. Hal ini merupakan salah satu jalan yang membuat kita baik dimata manusia dan baik dihadapan Allah SWT. Maka berbahagiaanlah orang yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan Al-Quran kepada temannya ataupun orang lain. Adapun kegiatan pembinaan Ngaji yang dilakukan oleh Dormitory Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka misalkan atau ada pula kegiatan yang dilakukan oleh IMM Khususnya FKIP, yang terdapat kegiatan UCFOUS yang mana disana juga terdapat kegiatan belajar Ngaji.

Adapun jalur kedua untuk menjadi manusia yang terbaik, yang mengacu pada (HR. Tirmizi No. 2603) yang artinya “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang (paling bisa) diharapkan kebaiknannya dan (paling sedikit) keburukannya sehingga orang lain merasakan aman”. Hal ini merupakan orang yang dapat memberikan rasa nyaman, senang ketika berada didikatnya dan kehadirannya sangat amat diperlukan. Sehingga baik tindakan, tingkah laku, ucapan, lisannya senantiasa melakukan hal kebaikan. Kemudian yang jalur yang ketiga yang mengacu pada (HR. Tirmizi No. 3895) yang artinya “Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku”. Hal ini merupakan bentuk cermin dari suami yang baik yang mana hal ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang memberikan kasih sayangnya kepada istri-istrinnya dan anak-anaknya. Dengan membuat istri kita senang saja kita sudah bisa mendapatkan jalan menjadi manusia yang terbaik.

Kemudian jalur keempat yaitu yang mengacu pada (HR. Bukhari No. 2393) yang artinya “sesungguhnya yang paling diantara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang”. Hal ini merupakan jalan selanjutkan yaitu menyegerakan dalam membayar hutang. Hal demikian juga merupakan jalan untuk menjadi manusia yang terbaik. Adapun jalur yang kelima yang mengacu pada (HR. Ahmad No. 3312) yang artinya “Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata : “Rasullullah SWT bersabda: Sebaik-baiknya kalian islamnya adalah yang paling baik akhlak jika mereka menuntut ilmu”. Hal ini menjelaskan cara berikutnya sehingga dapat menjadi manusia terbaik ialah ketika seseorang yang sedang menuntut ilmu dengan disertai akhlak yang baik dan juga disertai dengan adab yang baik. Hal ini juga tidak baik jika antara aklak dengan ilmu condong salah satunya tetapi antara ilmu dengan akhlak harus dapat beriringan dengan baik.

Kemudian ada jalur yang keenam yang mengacu pada (HR. Ahmad) yang artinya “Sebaik-baiknya kalian adalah yang memberikan makanan”. Hal ini dapat dilakukan secara sederhana seperti halnya kita dapat memberikan bantuan makanan kepada orang yang kelaparan, atau kepada orang yang berada di jalanan, kemudian pada gerakan Ramadhan yang dimana banyaknya kegiatan-kegiatan yang mengajarkan kita untuk berbagi, memberikan makanan atau takjil. Kemudian dengan kita membawa atau memberikan permen kepada anak-anak itu juga dapat manjadikan wasilah amalan yang dapat kita lakukan. Sebab hal demikian juga merupakan jalan agar kita dapat menjadi manusia yang terbaik. Kemudia jalur menjadi manusia yang terbaik ketujuh ialah yan mengacu kepada (HR. Ahmad) yang artinya “Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah yang paling panjang usianya dan paling banyak amalannya”. Hal ini menjelaskan jika kita memiliki umur yang panjang harus  dapat di maksimalkan untuk melakukan kebaikan di setiap harinya. Tetapi jangan sampai menjadi orang yang panjang umurnya tetapi banyak keburukannya.

“Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (sesame muslim) di dalam sebuah keperluan itu lebih aku cintai dari pada aku beritikaf di dalam masjid-ku (Masjid An-Nabawi) ini selama sebulan” (HR. Ath-Thabrani).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *