Oleh: Wisnu Aditya Suban*

Kajian Ramadhan berseri merupakan sebuah program yang direncanakan sebagai agenda rutin yang diadakan oleh Dormitory UHAMKA. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kajian ramadhan berseri #1 ini yaitu “Keutamaan Puasa Ramadhan” pada pertemuan Pertama ini hari Selasa (13/04/2021) yang dimulai pukul 05.00-06.00 WIB. Kajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Kepala UPT Rusunawa, Dr. Irwan Badilla, M.Pd. Harapan besar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Program kajian berseri melibatkan seluruh santri Dormitory UHAMKA dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.

Hal-hal yang bisa kita dapatkan dari kajian berseri #1 ini, yaitu:

  1. Puasa adalah ibadah kepada allah ta’ala yang disertai niat, yaitu niat karena Allah ta’ala dan niat jenis puasanya. Apakah wajib, sunnah, dan lain lain.
  2. Menahan diri dari makan, minum dan seluruh kegiatan yang membatalkan puasa.
  3. Sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, yaitu sejak masuk waktu sholat subuh sampai masuk waktu sholat maghrib.
  4. Yang dilakukan oleh orang tertentu, yaitu syarat-syarat puasa menurut syariat.

Sejarah Tahapan di wajibkannya puasa

Puasa di syariatkan pada tahun ke-2 Hijriah, dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadhan, adapun tahapan di wajibkannya adalah :

  1. Diwajibkan pertama kali dalam bentuk memilih, apakah berpuasa atau memberi makan satu hari satu orang miskin, dan disertai motivasi untuk berpuasa.
  2. Diwajibkan berpuasa, dengan aturan bahwa apabila orang yang berpuasa tertidur sebelum berbuka maka haram atasnya berbuka sampai malam berikutnya.
  3. Diwajibkan berpuasa dimulai sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, inilah yang berlaku sampai hari kiamat.

Diantara hikmah adanya pelaksanaan puasa yaitu adalah mau berpuasa atau memberi makan satu hari satu orang miskin adalah agar syari’at puasa lebih mudah diterima oleh jiwa manusia, maka pada akhirnya puasa diwajibkan, dan bagi yang tidak mampu boleh menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan setiap satu hari yang ditinggalkan kepada satu orang miskin.

Keutamaan Puasa

  1. Puasa adalah jalan meraih ketakwaan
  2. Puasa adalah sebab dosa-dosa diampuni
  3. Pahala puasa melimpah ruah
  4. Berpuasa dan membaca al-qur’an adalah 2 amalan yang akan memberi syafa’at bagi pemiliknya di hari kiamat .
  5. Doa orang berpuasa tidak akan ditolak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *