Oleh: Fadilah Nurul Putri*

Kajian Ramadhan berseri merupakan sebuah program yang direncanakan sebagai agenda rutin yang diadakan oleh Dormitory UHAMKA. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kajian ramadhan berseri #9 ini yaitu “Mengambil Ibroh dari Kisah Nabi Ismail AS” pada pertemuan Kesembilan ini hari Kamis (21/04/2021) yang dimulai pukul 05.00-06.00 WIB. Kajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Staff Pengajar Dormitory UHAMKA yaitu Acep Saepul Millah, M. Pd. Harapan besar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Program kajian berseri melibatkan seluruh santri Dormitory UHAMKA dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.

Nabi ismail adalah anak dari nabi ibrahim yang saat itu sudah berusia 86 tahun dari istri keduanya yang bernama Hajar.

Garis Keturunan nabi ismail seperti dibawah ini  yaitu

Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.

Kemudian dari garis keturunan Nabi Ismail inilah akan lahir Nabi Muhammad SAW. Didalam Al Quran Nama Isma’il disebutkan dua belas kali beserta keterangan mengenainya disebutkan pada surah:

Al-Baqarah (2):127, 136, 140

An-Nisa’ (04): 163

Maryam (19): 54-55

Al-Anbiya’ (21): 85-86

Ash-Shaffat (37): 101-107

Ibnu Katsir dalam karyanya mengutip alkitab,  menuliskan bahwa Sarah yaitu istri pertama Nabi Ibrahim memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar karena Sarah yakin tidak akan memiliki anak. Namun setelah Nabi Ibrahim dan Hajar menikah kemudian melahirkan nabi Ismail, Sarah memendam rasa cemburu dan berjanji tidak maus tinggal satu atap dengan Hajar dan juga anaknya. Setelah itu datanglah perintah dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim  agar membawa Hajar dan juga bayinya, Ismail,  ke tanah Makkah.

Hajar dan Ismail ditinggalkan di Makkah,  di tempat yang tandus dan tak berpenghuni, dan Nabi Ibrahimpun meninggalkan mereka berdua dan Nabi Ibrahim berdoa yaitu pada  Q. S. Ibrahim,  ayat 37.

Dari peristiwa Hajar dan Ismail di Makkah inilah munculnya mata air zam-zam yang masih bisa kita rasakan ketika kita menginjakkan kaki di tanah suci Makkah.

Kemudian ketika Ismail berusia sekitar 14 tahun,  Allah swt kembali menguji ketaatan dan juga keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,  yaitu Allah SWT memerintah Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail, perintah itu didatangkan dari mimpi dan kemudian Nabi Ibrahim menyampaikan kepada Nabi Ismail dan meminta pendatnya. Ismail pun berkata seperti pada Q. S. As Saffat, ayat 102 yaitu “hai ayahku,  kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu,  Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

Keduanya pun berserah diri dan Nabi Ibrahim pun membaringkan anaknya atas pelipisnya setelah Nabi Ibrahim mengasah pisaunya agar Nabi Ismail tidak merasa kesakitan dan sesaat sebelum disembelih Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan hewan kurban yaitu domba besar.

Ada riwayat yang mengatakan bahwa Ka’bah sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS dan yang membangunnya malaikat dan rusak saat banjir besar zaman Nabi Nuh AS kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Kemudian kisah Nabi Ismail dan juga istrinya yaitu Nabi Ibrahim datang ke rumah Nabi Ismail,  dan ternyata Nabi Ismail sedang berburu dan hanya ada istri pertama Nabi Ibrahim,  setelah itu Nabi Ibrahim bertanya kepada Istri Nabi Ismail tentang bagaimana kehidupanmu saat ini dan istri pertama nabi Ismail pun menjawab bahwa hidupnya kekurangan, dan yang disampaikan oleh istri pertama Nabi Ismail hanyalah yang buruk-buruk setelah itu Nabi Ibrahim pamit dan menyampaikan salam dan juga pesan untuk Nabi Ismail yaitu “tolong ganti engsel pintu rumahmu” (ada beberapa riwayat yang mengatakan itu engsel, gembok, ataupun kunci)

Kemudian Nabi Ismail pulang dan istrinya menyampaikan pesan dari Nabi Ibrahim, dan  Nabi Ismail menjelaskan bahwa pesan yang dimaksud Nabi Ibrahim adalah engsel pintu itu adalah istri pertama Nabi Ismail,  dan kemudian diceraikanlah istri pertama Nabi Ismail tersebut.

Setelah itu Nabi Ismail menikah lagi, dan datanglah lagi Nabi Ibrahim kerumahnya namun lagi – lagi ternyata Nabi Ismail sedang berburu, yang ada hanyalah istri kedua Nabi Ismail dan bertanya lagi kepada Istri kedua Nabi Ismail tentang bagaimana kehidupanmu saat ini,  dan istri kedua nabi Ismail pun menjawab bahwa hidupnya senang dan juga menjawab dengan hal-hal yang positif. Setelah itu sebelum Nabi Ibrahim pulang, ia berpesan untuk Nabi Ismail “tolong jaga engsel pintu rumahmu”.

Setelah itu Nabi Ismail pun pulang dan istri keduanya pun menyampaikan pesan yang dititipkan dari Nabi Ibrahim kemudian Ismail berkata “saya harus mempertahankan kamu” kepada istri keduanya.

Ibrah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ismail :

  1. Kita harus taat atas perintah Allah
  2. Yakin kepada Allah bahwa Allah punya rencana dan Allah akan membalasnya dikemudian hari
  3. Harus sabar dalam menjalankan ibadah
  4. Sabar menjauhi larangan
  5. Jadilah orangtua yang saleh dan juga salehah
  6. Pesan untuk lelaki jadilah suami yang saleh dan carilah istri yg salehah,

Pesan untuk wanita jadilah wanita yang shalilah,

Karena sesungguhnya generasi yang saleh akan lahir dari orang-orang yang saleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *