Oleh: Ade Arham*

Kajian Ramadhan berseri merupakan sebuah program yang direncanakan sebagai agenda rutin yang diadakan oleh Dormitory UHAMKA. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kajian ramadhan berseri #10 ini yaitu “Menelusuri Kisah Nabi Ishaq AS” pada pertemuan Kesepuluh ini hari Kamis (22/04/2021) yang dimulai pukul 05.00-06.00 WIB. Kajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Staff Pembina Dormitory UHAMKA yaitu Putri Kusumawati, S. Pd. Harapan besar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Program kajian berseri melibatkan seluruh santri Dormitory UHAMKA dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.

Nabi Ishaq Alaihissalam adalah putra dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan adik dari Nabi Ismail Alaihissalam. Nabi Ishaq merupakan salah satu putra Nabi Ibrahim dari istrinya yang bernama Sarah. Ia lahir di Al Khalil (Hebron), Palestina. Kelahirannya merupakan anugerah besar bagi Sarah dan Ibrahim.

Semasa hidupnya, Beliau menemani Nabi Ibrahim dalam menyampaikan dakwah. Nabi Ishaq tumbuh dengan temperamental yang baik sehingga Nabi Ishaq memiliki kecakapan saat memimpin kaumnya dalam memahami manusia kafir. Nabi Ishaq memiliki tugas untuk menyelesaikan tugas Nabi Ibrahim.

Nabi Ishaq Alaihissalam disebutkan didalam Al-Qur’an disurah As-Shad ayat 45 yang artinya “(Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishak AS dan Nabi Yaqub AS) mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang ditopang dengan akhlaq yang mulia.” dan juga disebutkan di Al-Qur’an disurah Ibrahim ayat 39 yang artinya “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada ku hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar maha mendengar (memperkenankan)”.

Akhir dari usia Nabi Ishaq ialah beliau wafat pada usia 180 tahun, beliau dimakamkan di Palestina bersama Nabi Ibrahim dan Sayyidah Sarah. Jasadnya dimakamkan di Palestina, tepatnya adalah di gua Makfilah, Hebron, atau Palestina sekarang.

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ishaq Alaihissalam yaitu terkandung didalam Al-Qur’an disurah Al-Baqarah ayat 136 yang artinya “Katakanlah, kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturun kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka, dan kami berserah diri kepadanya”.

Keteladanan yang bisa kita petik dari sikap Nabi Ishaq Alahissalam ialah :

  1. Pribadi yang sangat ramah kepada siapapun terutama terhadap keluarga dan kaumnya.
  2. Sosok yang penyayang kepada keluarga,istri dan anak-anak nya.
  3. Ketika terjadi perselisihan didalam keluarganya maka Nabi Ishaq Alahissalam akan menyelesaikannya dengan jalan yang damai,bijaksana,dan juga santun.
  4. Senantiasa mementingkan keselamatan dari umatnya serta keluarganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *