Oleh : Reni

Kajian Ramadhan berseri merupakan sebuah program yang direncanakan sebagai agenda rutin yang diadakan oleh Dormitory UHAMKA. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kajian ramadhan berseri #12 ini yaitu “Menelusuri Kisah Nabi Yusuf AS” pada pertemuan Keduabelas ini hari Sabtu (24/04/2021) yang dimulai pukul 05.00-06.00 WIB. Kajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Pengurus Dormitory UHAMKA yaitu Fasha Andika. Harapan besar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Program kajian berseri melibatkan seluruh santri Dormitory UHAMKA dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.

Nabi Yusuf AS adalah anak dari Nabi Yaqub dengan Rahil. Nabi Yusuf AS memiliki 12 bersaudara, dan dikisahkan saudaranya Nabi Yusuf selalu iri terhadap Nabi Yusuf AS karena sudah di utus Nabi dan sangat disayangi oleh ayahnya Yaqub.

Suatu hari Nabi Yusuf AS diajak pergi oleh saudanya, lalu dimasukkan kedalam sumur. Akhirnya setelah saudaranya meninggalkan Nabi Yusuf AS, ada seorang musafir yang akan menuju ke Mesir, lalu sedang melintas sumur yang ada Nabi Yusuf AS didalamnya. Sayangnya musafir itu malah menjual Nabi Yusuf AS, dan yang membelinya adalah Zulaikha (Istri dari Qatfir/perdana Menteri) dengan harga yang murah. Dijelaskan pula didalam QS. Yusuf [12] : 19-22

“Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: “Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (19) Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. (20) Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak”. Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (21) Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (22)”

Setelah Nabi Yusuf AS tinggal di Istana, karena diangkat menjadi anak raja, dimana saat itu Zulaikha dengan Qatfir yang belum memilki anak. Namun saat Nabi Yusuf AS beranjak remaja di fitnah karena menggoda Zulaikha. Lalu suami Zulaikha murka dan menjebloskan Nabi Yusuf  AS ke penjara. Dengan sikap Nabi Yusuf AS yang sabar dan lebih memilih di penjara.

Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”. Q.S Yusuf [12] : (33)

Namun karena ada pembuktian dan penjelasan bahwa Nabi Yusuf AS tidak bersalah, maka Nabi Yusuf AS dibebaskan oleh raja. Sejak Remaja Nabi Yusuf AS memiliki kelebihan untuk menafsirkan mimpi, saat itu nabi menafsirkan mimpi Raja bahwa akan terjadinya suatu masa paceklik (kesulitan bahan pangan). Akhirnya Nabi Yusuf AS hidup berdampingan dengan Raja.

Peran penting Nabi Yusuf AS di kerajaan :

  • Menggantikan perdana mentri (Qatfir), karena sudah meninggal. Nabi juga diangkat menjadi bendahara. Seperti yang sudah di jelaskan pada Q.S Yusuf [12] : 54 – 57

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami”. (54) Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (55) Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (56) Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (57)

  • Menikahkan Zulaikha mantan istri perdana mentri (Qatfir) mempunyai dua orang putra : atfarsim dan Mansya
  • Memberi pangan yang cukup kepada saudara2nya
  • Membawa keluarganya ke kerajaan, yang sudah 80 tahun berpisah. Akhirnya Nabi Yusuf AS mengajak keluarganya serta Ayahnya Nabi Yaqub AS untuk tinggal di Istan kerajaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *